Matematika Menakutkan ?

Salah satu pelajaran yang masih di anggap menakutkan…. ya … matematika ? Mengapa matematika di anggap menakutkan ?

1.  Pendidikan yang paling dasar sudah diberi pelajaran matematika misalnya anak TK.

Matematika di TK sebaiknya tidak pada berhitungnya tetapi dikenalkan pada yang kongret misal tentang balok, bola,  bidang, segitiga. Jangan sekali-kali dikenalkan penjumlahan maupun pengurangan. Tetapi ? pada kenyataannya anak TK sudah dikasih penjumlahan dan pengurangan. Hal ini disebabkan agar sekolah mengjadi hebat dan “keren”. Padahal pembelajaran tersebut dapat merusak minat belajar anak dan anak TK enggan sekolah karena sulit serta tidak mudeng di sekolah.

Hasil salah pembelajaran matematika tingkat TK

a. anak malas sekolah

b. anak tidak mau mengerjakan PR

c. anak menjadi bosan/takut jika ketemu angka

(hasil survey anak TK yang sedang belajar di sekolah (anak sendiri))

 2. Pembelajaran di SD mulai di ajak untuk melihat bentuk matematika yang sederhana serta di ajak untuk berfikir dan merasakan.

 Jangan di jejal pada perhitungan saja yang … paling-paling tidak manfaat untuk sekarang. Pembelajaran harus sesering mungkin dihubungkan dengan realita kehidupan serta dijelaskan manfaatnya di masa depan.

3. Pembelajaran di SMP mulai di ajak untuk melakukan penyelesaian masalah ringan yang ada di sekitar kita.

 Jangan membebankan terlalu berat, hal ini dapat berdampak tidak suka sama matematika dan dapat menjauh dengan matematika.

Peran orang tua menghadapi anak yang kesulitan belajar matematika :

1. Jika anak masih TK lakukan bimbingan rutin oleh orang tua

2. Jika anak di SD, orang tua mulai melihat perkembangan berfikir anak. Kesulitan belajar anak harus di bantu oleh orang tua. Jika orang tua tidak dapat menjadi guru di rumah maka harus minta bantuan guru pembimbing/private.

3. Jangan sekali-kali orang tua mengatakan sulit walaupun orang tua tidak dapat mengerjakannya. Bila perlu orang tua minta petunjuk penelesaiannya dengan guru dari anaknya.

4. Carilah buku penunjang belajar untuk anak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s