TIP MENYELENGGARAKAN PENSI DI SEKOLAH

Pentas seni (PENSI) merupakan ajang kreatifitas siswa. Pensi terbagi menjadi internal dan eksternal. Pensi internal dilakukan oleh sekolah dengan panitia dari siswa dan guru serta yang mengisi kegiatan pensi adalah para siswa di dalam sekolah tersebut. Pensi bentuk ini diperlukan sumber dana dari sekolah/siswa dan para donatur. Peserta pensi hanya warga sekolah dan tidak mengundang dari sekolah lain. Diperlukan surat pemberitahuan ke pemerintah sekitar sekolah misal : RT/RW, juga ke Kepolisian setempat dan mempersiapkan tim kesehatan. Kegiatan pensi ini biasanya dilakukan dalam bentuk class meeting.

Pensi eksternal dilakukan oleh sekolah dengan panitia siswa dan guru. Pensi ini biasanya  mengundang artis ternama. Diperlukan pendaan yang besar, sponsor, keamanan, kesehatan dan bila perlu mempersiapkan dari pemadam kebakaran. Hal-hal yang perlu dilakukan oleh sekolah jika melakukan kegiatan pensi eksternal :

  1. Panitia (siswa/sekolah) harus memiliki nomor-nomor telpon penting seperti Polisi, Ambulance, Kesehatan/puskemas/rumah sakit, Pemadam Kebakaran.
  2. Sumber dana : para siswa sebagai sumber dana wajib dan sumber dana lain dari para sponsor baik sponsor tunggal maupun partisipan.
  3. Membuka ruang kesehatan di dekat pangung dan menyiapkan ambulance. Tim kesehatan dari siswa/PMR di libatkan untuk membantu tim kesehatan dari puskesmas. Bila perlu disiapkan dokter yang standby.
  4. Menyewa genjet sebagai listrik utama. Tidak menggunakan listrik sekolah yang  sangat terbatas.
  5. Penjualan tiket menjadi dua bentuk :  presale dan HTM.
    1. Penjualan Presale menggunakan kwitansi yang akan diganti dengan tiket asli pada saat penonton datang. Harga tiket lebih murah dari HTM
    2. Tiket HTM dibuka pada saat acara dimulai.
    3. Untuk menanggulangi tiket palsu, maka tiket untuk siswa sekolah diberi tanda sendiri sedangkan tiket untuk umum memiliki tanda sendiri.
    4. Penandaan tiket menggunakan tanda khusus seperti tanda hologram, barcode,serial number maupun ciri khusus lainnya.
    5. Tempat masuk dibedakan antara siswa sekolah tersebut dengan umum.
    6. Penonton yang masuk diberi tanda khusus misal stempel UV atau sejenisnya.
    7. Hati-hati pemalsuan tiket.  Jangan sampai penonton yang membawa tiket palsu masuk sedangkan yang tiket asli menunggu diluar karena area sudah penuh/di tutup. Jangan sampai pembawa tiket asli yang tidak bisa masuk mengkomplain panitia dan minta ganti rugi. Untuk mengantisipasi tiket palsu maka penjualan tiket HTM dibatasi waktunya. Sedangkan tiket kwitansi yang presale juga dibatasi waktu penukarannya sehingga niat jahat penggandaan tiket palsu menggunakan print berwarna dapat ditanggulangi.
    8. Apabila tiket memiliki tanda khusus misal hologram, maka panitia menyediakan lampu/sensor yang dapat membaca tanda tersebut, agar para penonton tidak kecewa membeli tiket palsu. Diperlukan ruang informasi atau sejenisnya.
    9. Panitia melakukan statistik/perhitungan penonton. Hal ini berkaitan dengan tiket yang di jual dengan area pensi. Apabila penonton sudah penuh maka penjualan tiket di berhentikan.
  6. Keamanan sangat penting. Lakukan rasia sajam/gesper  yang membahayakan /rokok maupun pematiknya/minuman beralkohol/soda baik bentuk botol kaca/kaleng/plastik. Panitia menyediakan minuman ringan di dalam area pensi yang cukup dijankau penonton dan aman keberadaannya. Barang bawaan penonton yang membahayakan harus di sita dan dikembalikan apabila acara berakhir yang sebelumnya dilakukan pendataan identitas terlebih dahulu.
  7. Panitia selalu mengingatkan kewaspadaan penonton tentang barang bawaan, tas , HP maupun dompet. Kelenaan penonton dapat dimanfaatkan penyusup yang ingin mengacaukan pensi maupun sekolah.
  8. Acara disusun rapi detik demi detik. Mengingat rata-rata pensi di malam hari, hal ini menjadi ke khawatiran orang tua. Untuk itu pensi sangat baik di tutup sebelum jam 23.00.
  9. Panitia jangan terlena dengan artis yang di panggung. Ketika artis utama tampil, panitia tidak harus melihat semua. Tetapi harus ada yang menyiapkan tempat keluar apabila acara berakhir.
  10. Apabila penonton kepanasan maka panitia menyemprotkan air/uap air ke penonton. Hal ini mengurangi gesekan yang terjadi diantara penonton.
  11. Panitia harus memperhatikan antara luas area penonoton dengan penonton/tiket yang dijual. Maksimal 1 meter persegi dipakai oleh 4 orang untuk berdiri. Agar lebih nyaman diperkiarakan 2 meter persegi maksimal 6 orang.
  12. Lakukan koordinasi secara rutin dengan pihak keamanan panitia dan kepolisian. Keamanan yang dominan perlu ditambah personil seperti pintu masuk, panggung dan keamanan artis maupun ruang transit artis.

Demikian 12 tip yang kami amati selama kegiatan pensi di SMA 5 Semarang selama 5 kali. Semoga dengan tip ini, para sekolah yang akan menyelenggarakan pensi lebih siap dan sukses selalu. Tip ini bukanlah mutlak, bagi yang akan membagi pengalaman dapat menambahnya. Semoga bermanfaat.



Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s